Wuling Cortez

Wuling Cortez adalah nama lokal untuk Wuling Baojun 730 yang akan dihadirkan pada tahun 2018 yang akan datang. MPV ini mampu menampung tujuh penumpang di dalamnya, yang terbagi dalam tiga baris kursi. Seperti Wuling Confero, Cortez adalah hasil kolaborasi antara General Motors, Wuling dan SAIC, yang sebetulnya dibuat dan dipasarkan hanya untuk di Cina. Namun ekspansi Wuling ke Indonesia membawa serta Confero dan Cortez.

Wuling mendatangkan varian baru Cortez bermesin 1,5 liter, dengan basis mesin serupa Wuling Confero. Meski pada Cortez, Wuling harus memodifikasinya karena Confero adalah berpenggarak roda belakang.

Spesifikasi Wuling Cortez

OVERVIEWINTERIOR & FITUREKSTERIORPENGENDALIAN & PENGENDARAAN

Tampilan desain dengan lekuk elegan penuh gaya menunjukkan ketegasan dan ketangguhan Cortez yang menarik perhatian. Klik tombol di bawah ini, cari tahu lebih banyak mengenai fitur eksteriornya yang menawan.

Cortez adalah hasil kolaborasi antara General Motors, Wuling dan SAIC, yang sebetulnya dibuat dan dipasarkan hanya untuk di Cina. Namun ekspansi Wuling ke Indonesia membawa serta Confero dan Cortez.

Di sinilah Cortez bisa bicara banyak. Bahkan saat disandingkan dengan kompetitornya seperti Toyota Kijang dan Chevrolet Orlando (yang, sepertinya jadi basis pengembangan Cortez. Sepertinya). Bgitu buka pintu, Anda akan disambut dengan interior yang terasa halus baik secara material maupun saat diduduki.

Dashboard dilapisi bahan empuk (padded), begitu juga dengan door trim. Okelah, ada beberapa bagian yang materialnya terasa kasar, tapi kami rasa kualitasnya sudah cukup baik. Yang menonjol adalah fitur. Kami mohon maaf, karena fiturnya banyak, bagian ini akan jadi panjang.

Bentuk Wuling Cortez tidak macam-macam. Desainer Wuling seperti mencari aman antara bentuk dan fungsionalitasnya. Tidak ada yang istimewa dari bentuk lampu, grille, hingga tampilan keseluruhan. Namun jangan salah, desain ini memiliki fungsi yang cukup baik.

Semua lampu, baik di depan ataupun di belakang, sudah dibekali dengan LED. Kecuali lampu yang ada di bawah bemper belakang. Dan bicara soal buritan, desain pendaran lampunya mengingatkan kami pada model-model mobil Eropa seperti Audi ataupun BMW.

Format suspensi McPherson di depan dan independen double wishbone di belakang merupakan racikan pas untuk kombinasi kenyamanan dan kestabilan. Bantingan lembut tapi tak memantul, mantap diredam dengan baik oleh shock absorber. Paling mengejutkan dari body roll yang sangat minim.

Mungkin menjadi MPV paling kecil limbungnya. Meliuk-liuk di lintasan berkelok tidak membuat bodi berantakan kesana kemari. Menikung lebih dari 100 km/jam di belokan panjang jalan tol juga sangat stabil. Ngebut sampai 160 km/jam juga tidak terasa melayang seperti mayoritas MPV asal Jepang. Apresiasi setinggi langit di sektor ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *